Salah satunya dengan bergotong-royong membangun rumah layak huni untuk keluarga yang kurang mampu, atau berpenghasilan rendah.
"Ayo kita bergotong-royong membangun Indonesia. Karena 28 Oktober adalah acara Sumpah Pemuda, acara di mana seluruh pemuda pemudi Indonesia bersatu pada waktu itu melawan penjajah, tapi kali ini kita membangun Indonesia," katanya.
Warga penerima manfaat rumah layak huni, Ujang (48) mengaku sangat bersyukur dengan adanya program rumah dari Habitat for Humanity Indonesia bersama MNC Peduli ini.
"Saya bersyukur sekali, karena rumah saya dibangun lebih layak. Saya ini buruh serabutan, tidak bisa bangun rumah. Alhamdulillah sekarang dibangun dan sudah dibuatkan kamar mandi," ucap Ujang.