Menurut Prof Nury, meski pertumbuhan ekonomi dinilai positif, Indonesia tetap dihadapkan kepada pekerjaan rumah mengatasi dampak dari pandemi Covid-19. Ahli ekonomi makro dan finansial ini menjelaskan, dampak pandemi Covid-19 di Indonesia ialah meningkatnya angka kemiskinan, pengangguran, hingga tingkat kesenjangan.
Selain itu, defisit APBN, meningkatnya utang luar negeri, serta menurunnya penerimaan negara juga menjadi pekerjaan rumah di 2021. Kebijakan pemerintah untuk menstimulus perekonomian juga harus inklusif.
Menurut Prof Nury, pemulihan ekonomi tidak hanya di sektor konsumen, tetapi juga harus di sektor produsen. “Stimulus di sisi konsumsi dengan adanya bansos maupun sisi suplai berupa bantuan usaha, sudah kita lakukan,” tutur dia.