Dari mulai pos itu, pendaki sudah disuguhkan jalan kampung menanjak yang sudah dibeton. Setelah melewati jalan beton, baru petualangan dimulai dengan jalan tanah setapak yang sisi kiri dan kanan ditumbuhi alang-alang tebal serta pepohonan besar. Jalur yang harus dilalui cukup menanjak, tapi masih terbilang landai. Namun ketika akan sampai puncak, jalan agak sedikit berbahaya karena licin dan tidak rata. Salah melangkah bisa terjerembab ke dalam jurang, perlu kehati-hatian ekstra.
Para pendaki biasanya mulai trekking sore hari agar bisa bermalam di salah satu dari dua shelter yang ada. Karena biasanya mereka sengaja memilih waktu pendakian menjelang sore agar bisa sampai di puncak di waktu Subuh. Ada momentum yang ingin mereka nikmati, yakni matahari terbit (sun rise).
Seperti halnya Ahmad, pendaki asal Cimanggung Sumedang yang mengaku baru pertama kali mendaki Gunung Kerenceng. Dia mengaku, perjalanannya tidak terlalu lama, dengan perjalanan santai atau waktu 15 menit sudah sampai di pos dua dan dilanjutkan perjalanan sekitar 20 menit sudah sampai di Puncak Kerenceng.
"Saya gagal mendapat sun rise karena tertutup kabut. Tapi tidak masalah, pemandangan di sini luar biasa indah. Anginnya juga besar dan seolah-olah sedang berenang di lautan awan," kata Ahmad.