"Kami coba membantu pesantren tersebut untuk membuka pasar bagi produknya. Bahkan, kami akan membantu membukakan jejaring hingga link and match dengan pesantren lain yang memiliki produk berkaitan," kata Kusmana.
Melalui ajang Temu Bisnis dan Pameran Virtual OPOP 2020, ujar Kadis KUK, setiap ponpes tidak hanya mengikuti audisi untuk dicari yang terbaik, namun juga didorong untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, serta pendampingan usaha.
"Harapannya, pesantren yang mengikuti program ini akan menghasilkan produk-produk yang mampu memiliki nilai tinggi di pasar domestik maupun pasar internasional," ujarnya.
Kepala Dinas KUK Jbar berharap, ajang tersebut mampu memberikan efek domino, yakni meratanya pengembangan ekonomi di daerah. Terlebih, berdasarkan hasil survei Baik Indonesia, pertumbuhan ekonomi Jabar sebelum pandemi COVID-19 mencapai 6,9 persen atau melebihi pertumbuhan ekonomi nasional.
"Namun, angka tersebut hanya dinikmati oleh sekelompok golongan masyarakat tentu atau masyarakat kota. Untuk itu, perlunya program yang berdampak pada pemerataan ekonomi. Apalagi, selama ini, mayoritas pesantren itu ada di desa-desa," tuturnya.