"Golok ini dibuat menggunakan besi berusia ratusan tahun bekas jembatan peninggalan jaman penjajahan Belanda. Pembuatannya melibatkan seratus lebih perajin golok selama lima hari lima malam," kata Taufik Hidayat.
Kepala golok, ujar Taufik, terbuat dari kayu dengan berbentuk ukiran kepala singa yang merupakan khas Subang. Sementara sarungnya menggunakan papan dengan 45 lilitan kain.
"Golok barlen khas Subang ini merupakan warisan nenek moyang. Kami merupakan keturunan kedelapan perajin golok barlen. Golok barlen ini digunakan oleh masyarakat Subang saat melawan penjajah Belanda. Golok raksasa ini dibuat agar golok barlen tetap lestari," ujar Taufik.
Sementara itu, Bupati Subang Ruhimat mengatakan, merasa bangga dapat hibah golok terpanjang di dunia dari perajin golok untuk disimpan di museum. "Apalagi golok barlen ini memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Kabupaten Subang," kata Bupati Subang.
Ruhimat menyatakan, para perajin berharap, dengan dibuatnya golok sepanjang 13 meter ini dapat membuat golok barlen semakin dikenal sehingga para perajin golok di kabupaten Subang tetap dapat hidup.