AKP Donny menyatakan, hasil penyelidikan sementara, konten video pasangan gancet dibuat di salah satu wilayah di Malang Raya. "Kami terus mendalami video tersebut. Sementara diketahui video tersebut diduga dibuat bukan di Malang Kabupaten," ujarnya.
Kasatreskrim Polres Malang menuturkan, video pasangan gancet (dempet kelamin) membuat resah masyarakat, terutama kalangan kyai Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Malang. Sebab, Idris sudah diminta mengedepankan dakwah Islam saat membuat konten video.
"Tentu ini menimbulkan dampak keresahan di masyarakat. Para kyai NU sebelumnya sudah meminta Gus Idris untuk membuat videi dakwah Islam. Adanya video terbaru tentunya membuat kecewa," tutur Kasatreskrim.
Diketahui, beberapa waktu lalu Idris Al Marbawi juga membuat heboh masyarakat karena video penembakan. Saat itu Idris menggambarkan dirinya ditembak orang tak dikenal hingga terkapar. Hasil penyelidikan polisi, video tersebut ternyata hoaks. Polisi pun telah menetapkannya sebagai tersangka.
Sementara dalam video pasangan mesum dempet kelamin terlihat adegan wanita dan pria diduga berbuat mesum tiduran di ranjang. Si wanita menangis sambil meminta tolong agar dipisahkan.
Beberapa orang sempat membentak lantaran mereka bukan pasangan suami istri telah melakukan perzinahan. Kemudian, orang-orang berpakaian peci, baju koko, dan sarung, memanjatkan doa. Setelah doa dipanjatkan, pasangan itu pun dapat dipisahkan.
"Alhamdulillah sahabat, sudah bisa dipisahkan," kata seorang wanita berkerudung merah.