"Semalam menjelang pulang tidak ada, setelah 24 jam kami buat laporan. Pas lagi buat laporan, Pak RT datang ada mayat, kami datanglah ke sana, ciri-ciri baju, kalau muka gak terlihat karena berlumuran darah," ujarnya, Senin (11/5/2026).
Keluarga menyebut korban dikenal sebagai anak baik dan tidak memiliki masalah dengan siapa pun. Korban juga disebut selalu berpamitan kepada orang tua setiap kali keluar rumah.
"Korban ini sepupu saya, pinter orangnya gak nakal. Makanya kami gak menyangka," kata Indah, bibi korban.
Suasana duka menyelimuti proses evakuasi jasad korban. Orang tua korban terlihat histeris saat petugas membawa jasad Arjan dari lokasi penemuan.
Warga yang berada di sekitar lokasi juga tampak terpukul dengan peristiwa tersebut. Mereka tidak menyangka korban yang masih berstatus pelajar aktif ditemukan tewas secara tragis.