"Menurut timeline yang ada sebagaimana Bapak Gubernur meminta harus komit. Insya Allah di akhir tahun 2021 bisa dioprasionalkan dan insya Allah fully operasionalnya baru di 2022," kata Prima seraya menyebutkan, besaran tipping fee TPPAS Legok Nangka nantinya berada di kisaran Rp125.000 per ton sampah.
Prima menambahkan, pihaknya pun kini tengah berupaya melanjutkan proyek TPPAS Legok Nangka. Dia menyebut, proyek tersebut kini sudah masuk dalam tahap prakualifikasi lelang.
"Insya Allah kita melakukan prakualifikasi di akhir bulan ini dan mudah-mudahan dalam dua bulan mendatang, begitu kita tahu berapa bidder yang masuk, kita seleksi menjadi empat sebagaimana arahan dari Kementerian Keuangan. Kemudian, kita akan lakukan lelang untuk penentuan pemenang," ujarnya.
Adapun rencana pembangunan TPPAS di kawasan Ciayumajakuning serta Bekarpur, Prima mengaku masih dalam tahap persiapan lahan, seperti rencana lahan TPPAS Ciayumajakuning yang sebagiannya masuk kawasan miliki Perhutani, sehingga diperlukan izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
"Juga yang Bodekarpur kemarin kita lagi melakukan survei terhadap lahan atau lokasi yang memang secara standar nasional Indonesia ada persayaratan yang harus dilakukan untuk TPPAS regional di wilayah tersebut," Tutur Prima.