Gara-gara Pandemi Covid-19, Indeks Baca Masyarakat Jabar Turun 7 Poin

Arif Budianto
Anak sedang membaca buku. (Foto: Ilustrasi/Istimewa)

Sementara, pada masa pandemi Covid-19, banyak perpustakaan tutup demi mencegah penyebaran virus Corona. "Kita lihat sekolah-sekolah, kampus-kampus, dan perpustakaan pun ikut tutup. Bukan hanya di provinsi, perpustakaan di kota/kabupaten pun tutup untuk menghindari kerumunan," ujarnya.

Berdasarkan penelitian itu, tutur Asep, variabel ketersediaan fasilitas membaca dan sumber informasi itu ada di angka 52,33. "Memang menurun, hampir 10 poin dari hasil penelitian di tahun 2016 lalu," tutur Asep.

Sementara itu, untuk pemanfaatan bahan bacaan dan sumber informasi, berada di angka 68,61. "Artinya masyarakat Jabar masih cukup baik dalam memanfaatkan bahan bacaan, baik dimiliki atau didapatkan dari sarana lainnya," katanya.

Sedangkan variabel ketiga dalam mengukur indeks baca di Jawa Barat adalah kebiasaan membaca masyararakat. Hasil penelitian tersebut berada di angka 63,54.

"Kita patut bersyukur, masyarakat masih memiliki kebiasaan membaca yang cukup. Mungkin di rumahnya masing-masing mereka tetap melaksanakan membaca," ujar Asep.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Pemerintah Diminta Tingkatkan Literasi Masyarakat 

57 tahun lalu

Tingkatkan Minat Literasi dengan Taman Bacaan Anak

57 tahun lalu

Sambut Hari Jadi ke-76, Dispersip Kotabaru Gelar Lomba Bertutur

57 tahun lalu

Dispersip Kotabaru Gelar Kegiatan Story Telling, Program Perdana Literasi Anak 2026

57 tahun lalu

Senator Kalsel Desak Komdigi Perkuat Literasi Digital Atasi Judol dan Pinjol Ilegal

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal