“Dimensi-dimensi tersebut menunjukkan bahwa profil pelajar Pancasila tidak hanya fokus pada kemampuan kognitif, tetapi juga sikap dan perilaku sesuai jati diri sebagai bangsa Indonesia sekaligus warga dunia,” kata Siti Rukoyah.
Sementara itu, Ketua Yayasan Kebudayan Lokatmala Indonesia Wina Rezky Agustina mengatakan, menyambut baik kegiatan Festival Panghid 62 yang digelar SMAN 1 Cianjur. Kegiatan seperti ini patut diapresiasi, terlebih diselenggarakan dengan melibatkan siswa, guru, dan masyarakat.
“Festival Panghid 62 merupakan salah satu terobosan dalam rangka pemajuan kebudayaan. Sebuah tradisi yang sudah sepatutnya terus dikembangkan demi kemajuan dan pelestarian budaya bangsa,” kata Wina yang juga Tenaga Ahli Cagar Budaya (TACB) itu.