Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter di RSUD Ujungberung, Raditya Allibyan Fauzan mengalami patah tulang dada, tengkorak kepala retak, dan lebam di beberapa bagian tubuh. Kondisi itu jauh dari gambaran anak yang sekadar terjatuh biasa.
"(Pian mengalami) lebam di tangan kanan, kiri, kaki, perut, dan kepala. Pendarahan di otak, tulang dada kanan kiri patah sama tulang kepala (retak)," ujarnya.
Titawati menuturkan, awalnya dia dikabari Pian mengalami kecelakaan di rumah. Informasi yang disampaikan kepadanya menyebutkan, anak bungsunya itu disebut jatuh di kamar mandi hingga tidak sadarkan diri.
"(katanya) terjatuh di lantai. Kondisinya anak ibu udah nggak sadar. Kejadiannya jam setengah 2 siang (13.30 WIB). Saya dapet kabar jam 5 (17.00 WIB). (Pian) meninggal Sabtu pagi (22/11/2025)," ucapnya.
Menurut Titawati, penyebab kematian Raditya Allibyan Fauzan sempat ditutup-tutupi.