Eks Panglima NII Bongkar Awal Pendirian Ponpes Al-Zaytun Indramayu, Ini Katanya 

Andrian Supendi
Eks Panglima NII Jabar Asep Margono mengungkap awal mula berdirinya Ponpes Al-Zaytun. (Foto: iNews.id/Andrian Supendi)

"Pada saat itu kami doktrinnya adalah doktrin pergerakan atau politik, bukan soal kesesatan beragama, bahwa NKRI harus diganti dengan undang-undangnya dengan NII," kata dia.

Selajutnya, Asep Margono menyampaikan, pada tahun 1996, keberhasilan mulai diperlihatkan oleh Panji Gumilang bahwa Al-Zaytun telah memiliki tanah sekitar 1.000 hektare dan banyaknya pembangunan, serta lain sebagainya.

Dengan mekanisme, terang Asep, Panji Gumilang mengundang para pejabat negara seolah-olah ini adalah sebuah keberhasilan pesantren di Indramayu tanpa bantuan dari pemerintah.

"Padahal itu piur anggaran dananya direkrut dari seluruh jaringan NII yang ada di Indonesia," kata dia.

Asep Margono pun mengakui jika dirinya telah terlibat dan terjebak dalam sebuah pergerakan NII yang melawan undang-undang NKRI.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ridwan Kamil Cium Adanya Indikasi Ponpes Al-Zaytun Galang Dana untuk NII

57 tahun lalu

7 Faksi NII di Jabar Cabut Baiat Massal dan Deklarasi Setia NKRI

57 tahun lalu

Panji Gumilang Jalani Sidang Perdana di PN Indramayu, Kasus Apa?

57 tahun lalu

30 Warga Sarolangun Jambi Terafiliasi Gerakan Radikal Jaringan NII

57 tahun lalu

Panji Gumilang Pulang ke Al-Zaytun, Disambut Histeris Ribuan Santri sampai Menangis

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal