Ironisnya, dalam kategori pengguna, pengguna narkoba tertinggi di Jabar ternyata berada dalam rentang usia remaja di bawah umur. "Pengguna paling tinggi berada di usia 15 tahun," tulis Emil, Jumat (19/2/2021).
Emil menegaskan, narkoba menghancurkan masa depan generasi muda. Jika anak muda hancur, tulis Emil, maka sebuah bangsa hakekatnya sudah tidak memiliki masa depan. "Karena itu kita wajib melawan peredarannya," tegas Emil.
Emil pun mengajak masyarakat untuk mengingatkan masyarakat lainnya yang terindikasi menyalahgunakan narkoba. Jika masyarakat yang bersangkutan tidak mau diingatkan, Emil menegaskan bahwa semua pihak wajib melaporkannya kepada pihak yang berwenang. "Mari sibukkan diri kita dengan hal-hal yang bermanfaat dan produktif," tulisnya dengan huruf kapital.
Satu netizen mempertanyakan imbauan Emil tersebut. Pasalnya, banyak penegak hukum yang juga terjebak menyalahgunakan narkoba. "Jauhi kumaha pa??? para pengamanna wae marake narkoba. Kumaha atuh pa," tulis pemilik akun @dellamortee.
Menjawab pertanyaan @dellamortee tersebut, Emil menyatakan bahwa semua pihak harus aktif bertempur di segala lini karena penetrasi bandar narkoba sudah sangat luas. "Makanya kita harus aktif bertempur di segala lini. Penetrasi bandar narkoba sudah kemana mana," ujar Emil.
Diketahui, beberapa hari ke belakang, publik dikejutkan dengan kabar penangkapan mantan Kapolsek Astanaanyar yang terjerat kasus narkoba. Mantan Kapolsek berparas cantik itu ditangkap Bidang Propam Polda Jabar bersama belasan anggotanya karena diduga mengonsumsi sabu. Hasil tes urine mereka pun dinyatakan positif mengandung narkoba jenis sabu-sabu.