"Untuk mengolah lahan tersebut, saat ini sudah ada yang mendaftar 951 dari target 5.000 petani milenial pada tahap pertama. Hingga saat ini proses seleksi masih berlangsung. Nanti, 10 April, hasilnya akan dipublish," kata Kepala DPTH Jabar, Jumat (26/3/2021).
Disinggung berapa potensi yang akan dihasilkan, Dadan menyebut untuk 12 meter lahan pertanian ubi jalar di Lembang yang di bawah binaannya ini mampu menghasilkan Rp16 juta per panen.
"Kami menyiapkan komoditas pertanian yang memiliki peluang pasar yang mampu menyejahterakan petani. Memberikan rejeki kota," ujar Dadan.
Dia menuturkan, produktivitas yang baik ini dikarenakan penggunaan teknologi. "Ada yang menggunakan budidaya dengan polybag. Ada juga yang menggunakan green house," tuturnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Jawa Barat Herawanto menyampaikan, Bank Indonesia di wilayah Jawa Barat, termasuk Bank Indonesia Cirebon dan Tasikmalaya, mendukung berbagai upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat agar program petani milenial Jawa Barat dapat berhasil.
Dukungan ini mempertimbangkan sisi strategis program Petani Milenial selaras dengan tugas pengendalian inflasi. "Beberapa model bisnis digital farming yang dikembangkan oleh pondok pesantren mitra Bank Indonesia, sebagai contoh sebagaimana dilakukan oleh Pondok Pesantren Al Mizan dan Pondok Pesantren Al Kautsar dapat disinergikan dengan program petani milenial ini," ucap Dadan.