"Nah abis itu kan ditanyain sama bibi saya ke warung, bener ga malam itu ada Wiwi jajan ke warung itu, ga da katanya, semua warung ditanyai katanya ga da wiwi jajan katanya gitu. Pas paginya kita kan masih nyari tuh ga da kabar juga," ujar Ayu.
Akhirnya, lanjut Ayu, dirinya berinisiatif mengambil nomor handphone adiknya dan mengaktifkannya di handphone miliknya. Pada aplikasi perpesanan di hari Minggu sore, ada pesan yang marah-marah.
"Intinya dia itu nyariin orang namanya BG. Tertulis, Wiwi dimana kamu jangan ngumpetin si BG. Saya kaget kan, karena sebelumnya itu adik saya belum punya pacar, jadi kita gak tahu cowok yang deket sama dia itu siapa," ujar Ayu.
Karena penasaran dengan nomor telepon itu, tutur Ayu, dirinya langsung menelponnya, dan mengajak ketemu orang dalam telepon tersebut yang diketahui berinisial AG yang merupakan kakak BG.
“Kami ngobrol langsung maksudnya kan saya nggak ngerti. Dia nanyain orang ke adik saya. Sedangkan adik saya juga nggak ada. Akhirnya AG ini cerita ternyata cari BG karena ada kasus dan sudah ada LP-nya di polres,” ujar Ayu.
Ayu menambahkan, akhirnya pihak keluarga melaporkan kejadian hilangnya korban yang diduga dibawa kabur oleh teman lelakinya tersebut ke polisi. Keluarga berharap korban cepat ditemukan dan semua anggota keluarga sedang berupaya juga untuk mencari korban.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Sukabumi Kota Iptu Astuti Setyaningsih membenarkan Polres Sukabumi Kota telah menerima laporan kehilangan atas nama Wiwi Alanwari. “Iya ini sudah buat laporan. Baru buat laporan kehilangan, belum buat laporan polisi,” ujarnya.