"Inilah contoh nyata, betapa indahnya apabila kebersamaan seperti ini hadir di seluruh negeri yang kita cintai. Pada kesempatan ini pula, saya turut mendoakan kalian menjadi pemimpin, tokoh, dan putra-putri terbaik bangsa," kata Dubes RI untuk Jepang.
Selain anggota pasukan pengibar bendera, upacara pengukuhan juga dihadiri oleh para orang tua mereka yang memasangkan kendit di pinggang putra-putrinya.
Kemudian, turut hadir pula Wakil Duta Besar Indonesia untuk Jepang John Tjahjanto Boestami; Koordinator Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya Meinarti Fauzie; Atase Pendidikan dan Kebudayaan Yusli Wardiatno; dan Kepala SRIT Ari Driyaningsih.
Atdikbud KBRI Tokyo Yusli Wardiatno kesempatan menjadi anggota paskibra ini memiliki banyak nilai positif bagi siswa-siswi SRIT dalam pembentukan jati diri sebagai insan Indonesia sejati karena mereka belajar banyak hal seperti patriotisme dan nasionalisme, kedisiplinan, kerja sama tim, kemandirian, kepemimpinan, keterampilan fisik dan mental, keterampilan komunikasi, penghargaan atas pengorbanan, dan pentingnya nilai-nilai kehormatan.
“Menjadi bagian dari upacara penting seperti peringatan Hari Kemerdekaan RI dapat memberikan pengalaman berharga yang tidak banyak orang alami. Ini bisa membentuk pandangan hidup yang lebih luas dan mendalam bagi para siswa dan pengalaman menjadi anggota paskibra dapat membentuk fondasi yang kokoh bagi perkembangan pribadi dan karier di masa depan,” kata Atdikbud dari Institut Pertanian Bogor (IPB) dan telah bertugas di Tokyo selama 3 tahun tersebut.
Sementara itu, 18 anggota Paskibra tersebut antara lain, Najwa Nur Adnina, Dzaky Abdurrahman Hakim, Primadriya Airlangga Sinatrya, Carisa Arinka Navalinda, Macca Tanka Soemadipradja, Nalendra Anantri, Alya Nursyifa Kusumo, dan Michaila Azzahra.
Muhammad Bintang Putra Gunawan, Bunga Verliana Trisna, M Thirafi Ilhamsyah, Ursula Catharina Tri Putri Boestami, Fariz Aditya Ramadhan, Hikaru Todoroki, Mariyana Hanako Mizutani, M Harits Ramadhan Syahlan, Naomi Natalie Ruauw, dan Shakila Hiroko Munir.