Dua Merek Vaksin asal Kanada Bakal Dapat Izin Penggunaan di Indonesia 

Arif Budianto
Vaksin Covid-19. (Foto: Ilustrasi)

Selain dengan dua perusahaan tersebut, Bio Farma juga direncanakan akan menandatangani supply agreement dengan Pfizer Biontech. 

Menurut dia, Indonesia membutuhkan vaksin Covid-19 untuk 181,5 juta penduduk atau setara dengan 426 juta dosis. Untuk mengantisipasi kekurangan pasokan vaksin Covid-19 dari produsen Covid-19, pemerintah Indonesia melakukan perjanjian kerja sama.

Hal itu didasarkan pada Keputusan Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan Permenkes  Nomor: HK.01.07/MENKES/12758/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Dari Permenkes tersebut, supply vaksin akan didapat dari  hasil produksi PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, China National Pharmaceutical Group Corporation (Sinopharm), Moderna, Pfizer Inc. and BioNTech dan Sinovac Life Sciences Co., Ltd dan Novovax. 

"Keseluruhan vaksin Covid-19 tersebut, harus melaporkan hasil uji klinis 1 sampai dengan 3, dan mendapatkan EUA dari Badan POM," ucap dia.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bio Farma Pastikan 4 Juta Vaksin Selesai Diproduksi Februari 2021

57 tahun lalu

Bio Farma Dapat Izin Edar Vaksin Tipes, Digunakan bagi Anak Mulai Usia 9 Bulan

57 tahun lalu

Bio Farma dan Unpad Latih 10 Peneliti Negara OKI soal Vaksin

57 tahun lalu

Inovasi Digital Kesehatan, Bio Farma Catat Omzet Rp18 Miliar dari Marketplace

57 tahun lalu

WHO Cabut Status Darurat Covid-19, Vaksinasi di Solo Jalan Terus

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal