PR Goemelar Soeriadiningrat mengatakan, penghulu Keraton Kasepuhan yang pertama melakukan memukul bedug. Kemudian dilanjutkan oleh keluarga keraton. "Untuk tradisi selama bulan Ramadhan di Keraton Kasepuhan itu biasanya ada tadarusan (mengaji bersama) pelaksanaannya setelah sholat Tarawih," ucap PR Goemelar Soeriadiningrat.
Pada hari ke-20 Ramadhan atau biasa disebut malam likuran, ujar Patih Sepuh, ada acara Maleman. Keluarga keraton dan abdi dalem bersama masyarakat menyalakan penerangan berupa lilin. "Di malam ganjil di 10 terakhir, kami menyambut datangnya malam Lailatul Qadar," ujarnya.
Keraton Kasepuhan sempat dua tahun tidak menggelar tradisi Drugdag karena pandemi Covid-19. Hari ini Keraton Kasepuhan Cirebon kembali menggelar tradisi teesebut. Sebelum pandemi, tradisi Drugdag dilakukan pada 2019 bersama almarhum Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat.