Dosen Unpad Ciptakan Alat Holter Monitor Jantung, Lebih Canggih dan Ekonomis

Arif Budianto
Dosen Teknik Elektro Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Padjadjaran (Unpad) Arjon Turnip. (Foto: Istimewa)

Arjon bercerita latar belakang menciptakan alat ini karena banyaknya orang yang tiba-tiba meninggal kemudian divonis serangan jantung, sedangkan dokter spesialis jantung biasanya hanya terdapat di perkotaan.

“Sebagaimana kita ketahui bahwa akhir-akhir ini ada banyak yang meninggal tiba-tiba dan semua divonis atau dikategorikan penyakit jantung, untuk itu kita mencoba bikin alat mendeteksi supaya alat itu bisa dipakai 24 jam. Yang kedua adalah dokter jantung biasanya jarang ada, hanya ada di kota. Nah bagaimana supaya masyarakat yang kebanyakan ada di pedesaan itu bisa menikmati kesempatan untuk memeriksakan kesehatan sehingga yang meninggal tiba-tiba di desa itu tidak disebut lagi kena santet,” kata Arjon.

Tak hanya itu, Arjon juga menyadari mayoritas alat kesehatan Indonesia masih mengandalkan impor sehingga harganya jauh lebih mahal, penggunaannya tidak maksimal, dan perawatannya cenderung sulit. Maka dari itu, pada dia berinovasi menciptakan Portable Smart Cardio Holter Recorder sebagai produk canggih buatan dalam negeri agar dapat dimiliki secara personal.

“Keunikan dan keunggulannya lainnya kalau untuk produksi sekitar kurang dari 4 juta harganya, sudah termasuk sampai jadi, diharapkan sih bisa dimiliki personal juga karena sekarang banyak orang ternama yang kita lihat itu olahraga, habis olahraga tiba-tiba meninggal. Tentu penyakit itu tidak mungkin tiba-tiba ada, itu pasti sudah ada, tapi tidak disadari. Nah ini perlunya deteksi dini itu,” katanya.

Portable Smart Cardio Holter Recorder dibuat dalam dua versi. Versi pertama, alat holter tersambung ke internet sehingga data pemeriksaan bisa dikirim ke Cloud operator. Jika alat tersebut mendeteksi sesuatu yang mendesak maka secara otomatis bisa mengirim pesan ke operator dan berkomunikasi. Versi kedua alat holter tanpa koneksi internet, mengingat masih banyak wilayah Indonesia yang susah jaringan internet. 

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

5 Makanan dari Kacang-kacangan untuk Camilan Sehari-hari, Bagus untuk Diet dan Jantung!

57 tahun lalu

Breaking News: Kabar Duka, Raja Gowa ke-38 Andi Kumala Idjo Meninggal Dunia

57 tahun lalu

Mantan Bupati Kuningan Acep Purnama Meninggal Dunia, Ridwan Kamil Berduka

57 tahun lalu

Identitas Pemudik Ditemukan Tewas di Toilet Rest Area Tol Jakarta-Cikampek, Subur 55 Tahun

57 tahun lalu

Pemudik Tujuan Cilacap Ditemukan Tewas di Toilet Rest Area Tol Jakarta-Cikampek

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal