"Pertama kami minta maaf, menyayangkan apa yang menimpa di sekolah kami," ucapnya, Kamis (13/2/2020).
Dia mengakui oknum guru tersebut merupakan sosok yang sangat tempramen. Dia mengatakan kejadian kekerasan terhadap siswa itu bukan yang pertama kalinya terjadi.
"Memang beliau sangat tempramen, sikap tempramen mungkin karena ingin kedisiplinan bisa ditegakkan," katanya.
Seperti diketahui, aksi I terekam video yang memperlihatkan kekerasan kepada sejumlah siswanya. Lokasi kejadian di SMA Negeri 12 Bekasi, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, Jawa Barat.