Vini mengatakan, angka kematian pada Pemilu 2024 ini bisa lebih minim dibandingkan dengan Pemilu 2019.
"Kalau kita lihat angka periode dulu itu mencapai 177 orang. Ini kurang lebih ada 23, insya Allah antisipasi kita sebelumya sudah lebih baik. Dengan adakan skrining ada pengobatan terlebih dahulu," ucapnya.
Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar juga mencatat ada sebanyak 17 orang meninggal selama masa pencoblosan dan perhitungan surat suara pemilu pada 14 Februari 2024.
17 orang yang meninggal asal Jabar itu terdiri atas petugas KPPS, petugas ketertiban tempat pemungutan suara (TPS) dan panitia pemungutan suara (PPS).
Komisioner KPU Jabar Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat Hedi Ardhia menyampaikan belasungkawa terhadap para petugas pemilu yang gugur saat menjalankan tugasnya.
"Kami ikut berbelasungkawa atas kepergian almarhum, terima kasih atas dedikasi dan pengabdian kepada negara. Secara kelembagaan KPU akan memberikan perhatian kepada keluarga korban," ucapnya.