Diduga Sering Disiksa Orang Tua, Bocah di Banjar Ditemukan Warga Penuh Luka

Acep Muslim
Bocah berusia 11 tahun korban kekerasan orang tua mendapatkan perawatan medis. (Foto: iNews.id/Acep Muslim) 

BANJAR, iNews.id - Nasib pilu menimpa seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun di Kota Banjar, Jawa Barat. Bocah malang itu diduga menjadi korban kekerasan orang tua kandungnya sendiri.

Bahkan saking tak kuatnya menahan rasa sakit akibat sering disiksa, bocah ini sempat kabur dari rumah.
 
Diketahui korban berinisial A, ditemukan warga dalam kondisi memprihatinkan di sebuah warung di Sukarame, Kelurahan Mekarsari, Kota Banjar pada Minggu (19/11/2023) lalu. Warga yang kasihan dengan kondisinya langsung membawa A ke RSUD Kota Banjar guna mendapat perawatan medis.
 
A mengaku kabur dari rumahnya karena sering disiksa oleh orang tua kandungnya sendiri. A yang didiagnosa oleh dokter mengalami gizi buruk ini pun harus diberi perawatan medis di rumah sakit, sebelum memutuskan untuk pulang ke rumah kerabatnya di Desa Neglasari, Kecamatan Banjar.
 
Selain terlihat kurus dan lemas, A juga mengalami sejumlah luka memar di sekujur tubuhnya. Luka yang paling parah terdapat di bagian punggung, kepala dan kaki.
 
Menurut kerabat korban, Titin Khotimah, penuturan keponakannya tersebut yang kerap disiksa dengan cara dipukul, ditendang, hingga disiram air panas oleh ayah dan ibu kandungnya. Bahkan tak segan, orang tuanya dikabarkan pernah memukul korban dengan menggunakan benda tumpul seperti kayu.
 
"Kondisinya sekarang sangat menghkawatirkan karena terlihat banyak luka di sekujur tubuhnya. A juga sempat mengaku telapak kaki dan tangannya disiram air panas oleh ayah kandungnya sendiri," kata Titin Khotimah, Rabu (22/11/2023).
 
Menurutnya, bocah 11 tahun yang diketahui memiliki saudara kembar ini, sebelumnya sempat tinggal bersama kakek dan neneknya. Namun sepeninggal kakak nenek, A kembali hidup bersama orang tuanya, dan  kerap disiksa karena dinilai nakal atau susah diatur.
 
"Awalnya A bersama neneknya sementara, sedangkan saudara kembarnya bersama orang tuanya. Usai nenek meninggal, A kemudian kembali hidup bersama kembarannya di rumah orang tuanya. Karena A disebut nakal, kedua orang tua korban tak bisa menahan emosi dan menyiksa korban," ujar dia.
 
Sementara itu, kasus kekerasan terhadap anak yang sudah terjadi sejak bulan Maret lalu ini. Kasus ini dilaporkan oleh kerabat dan warga ke ke Unit PPA Satreskrim Polres Banjar.  

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polisi Tegaskan Kasus KDRT Dokter Qory Belum Dicabut, Berkas Segera Diserahkan ke Jaksa

57 tahun lalu

Ayah Kandung Penganiaya Balita di Padang Ditangkap, Polisi Ungkap Dipicu Sabu

57 tahun lalu

Balita 1,5 Tahun di Padang Dianiaya Ayah Kandung, Tubuh Penuh Luka Lepuh

57 tahun lalu

Ngeri! Suami di Kebumen Diduga Aniaya Istri dan Mertua hingga Tewas

57 tahun lalu

Tamtama TNI AL di Bangkalan Meninggal Tak Wajar, Keluarga Tolak Disebut Bunuh Diri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal