Ihwal penggunaan pakaian bebas, menurutnya, karena memang tidak ada PTM. Berbeda apabila siswa menggunakan seragam, kata dia, bisa dikira menentang pemerintah selama PPKM. "Kami mulai besok, tanggal 5 tidak ada kegiatan sekolah," ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Banjaran, Kompol Catur yang mendapat laporan adanya PTM, langsung mendatangi sekolah dan mengklarifikasi kepada kepala sekolah. Kedua belah pihak sempat terjadi dialog seputar kegiatan sekolah hari ini.
"Begitu tahu ada tatap muka di SMK Pasundan, saya dari kepolisian langsung mengecek kebenarannya. Betul ada pertemuan yang katanya hanya pembagian modul. Apa pun ceritanya, kegiatan seperti ini tidak diperkenankan. Ketika terjadi pergeseran orang, maka berpotensi munculnya klaster. Sudah kami beri teguran dan imbauan agar hal serupa tidak terulang lagi," ujar Kapolsek.