"Kami meminta bantuan ambulans untuk menjemput warga yang keracunan di dalam rumahnya," katanya.
Berdasarkan pemantauan, warga sempat panik dan berlarian keluar rumah. Belasan mobil ambulans mendatangi rumah-rumah warga yang keracunan. Beberapa warga harus menggunakan alat bantu pernapasan karena kondisinya semakin payah.
"Untungnya petugas kesehatan dari puskesmas datang membantu," ujarnya.
Menurut Dayat, kejadian keracunan sudah berkali-kali terjadi yang disebabkan bocornya cerobong asap milik PT. Pindodeli. Namun kebocoran kali ini paling parah karena korbannya mencapai ratusan.