Desak Bangun TPT dan Drainase, Warga SBG Cimanggung Segel Kantor Pengembang

Agus Warsudi
Warga SBG menyegel kantor pemasaran. (Foto: Istimewa)

Selain itu, tutur Ahmad, 22 unit rumah di RT 01/03 Perumahan SBG masuk zona merah dan harus tinggal di pengungsian. Warga telah melakukan antisipasi dengan memasang terpal di area longsor. 

Tujuannya agar air hujan tidak langsung ke tanah, namun dialirkan ke drainase. "Kami sangat khawatir terjadi longsor susulan. Namun tidak ada upaya antisipasi dari pengembang (SBG). Saat terjadi hujan besar, semua (warga) mengungsi," tutur Ahmad.

Manjemen SBG, kata dia, akan memberikan bantuan batu, semen, dan pasir untuk membangun drainase. Namun, bantuan itu ditolak warga karena harus mengungsi. Seharusnya pengembang yang mengerjakan pembangunan drainase dan TPT bukan warga.

Yang paling disesalkan warga, ucapnya, pengembang perumahan SBG tak pernah memberikan perhatian dan bantuan apapun terhadap warga korban bencana tanah longsor.

"Jika perusahaan SBG tidak memberikan perhatian atau solusi bagi warga terdampak longsor, segel di kantor pemasaran perusahaan tersebut tidak akan dilepas," ucapnya.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pascalongsor Cimanggung Sumedang, Polda Jabar Mulai Lakukan Penyelidikan

57 tahun lalu

40 Orang Meninggal Akibat Longsor Cimanggung Telah Dievakuasi, Operasi SAR Ditutup

57 tahun lalu

Jokowi Minta Warga di Lokasi Longsor Cimanggung Sumedang Segera Direlokasi

57 tahun lalu

Pakar Geologi ITB Ingatkan Ancaman Longsor Susulan di Cimanggung Sumedang

57 tahun lalu

Tim FTG Unpad: Ini Penyebab Longsor Cimanggung, Ternyata Bekas Tanah Urugan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal