Dedi Mulyadi Minta Polisi Tindak Penebangan Pohon dan Penambangan Emas Liar di Gunung Gelap Garut

Agus Warsudi
Tambang emas ilegal. (Foto: Istimewa/ilustrasi)

Dia mengubah pola pikir masyarakat desa yang semula para penebang pohon liar di hutan menjadi petani karet. “Dulu pertamanya saya lihat (warga) di sini para pencuri jati di hutan. Orang tua saya sayang, kasihan pada alam. Makanya saya disuruh untuk mencari pohon yang gampang ditanam dan tidak mudah ditebang, tapi menghasilkan. Akhirnya dipilih pohon karet yang awet dan menghasilkan,” kata Kades Hikmat Wijaya kepada Dedi Mulyadi.

Dedi menilai sosok Hikmat Wijaya patut menjadi contoh para pejabat desa lain. Selain mencintai alam dan rakyatnya, Hikmat juga lahir dari sosok orang tua nasionalis. “Kadesnya dulu jadi TKI di Malaysia urus sawit dan karet. Sekarang jadi pelopor penanaman karet di desanya. Sudah panen 10 ton. Dulu yang mengajarkan bapaknya. Bapaknya dulu asal Garut kota pergi ke sini karena takut dengan DI (DI/TII), bukan balad DI, jadi nasionalis,” ujar Dedi Mulyadi.

Hikmat, tutur Dedi, juga sosok sukses dan semangat membangun desa. Hikmat mampu mengubah pola pikir masyarakat dari perusak menjadi pecinta alam. Karena itu, Dedi mendukung langkah Hikmat mencegah bencana alam yang terjadi akibat kerusakan alam. 

Dedi meminta polisi segera melakukan penyelidikan dan menindak para penebang pohon dan penambang emas liar di Leuweung Sewu dan Gunung Gelap. “Semoga Pak Kapolda Jawa Barat dan Pak Kapolres Garut segera menindaklanjuti keluhan pak kades yang heroik ini,” tutut Kang Dedi Mulyadi. 

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Santriwati Korban Pemerkosaan Guru Pesantren Bandung Jadi Anak Angkat Dedi Mulyadi

57 tahun lalu

Dedi Mulyadi Temui Ibu yang Dipolisikan 5 Anak Kandung gegara Warisan: Jangan Takut 

57 tahun lalu

Dedi Mulyadi Beberkan Alasan Sering Turun Langsung Ke Lapangan, Selengkapnya Hanya di Ngobrol Bareng Gus Miftah Malam ini

57 tahun lalu

Ini Solusi Dedi Mulyadi Hentikan Konflik Lahan Garapan di PG Jatitujuh Majalengka

57 tahun lalu

Ngakak, Dedi Mulyadi Borong Celana Dalam lalu Dibagikan, Emak-emak Heboh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal