Mahasiwa kemudian meminta Luhut agar memaparkan data yang dimaksud masyarakat menginginkan penundan pemilu.
"Permasalahan kita di big data, ada gak silakan dibuka," ucap mahasiswa.
Luhut mengatakan, memiliki hak untuk tidak membeberkan data tersebut. Luhut kemudian menasihati para mahasiswa agar belajar berdemokrasi.
"Kamu jangan emosional, kalian dengarkan juga. Jadi saya mau bilang kita itu beda pendapat silakan," kata Luhut.
Namun, para mihasiswa meminta kepada Luhut agar mepertanggungjawabkan dan membeberkan bukti yang pernah disebutnya mengenai big data.
"Saya sepakat Pak kita mungkin berbeda pendapat di dalam demokrasi tapi bapak pejabat publik harus mempertanggungjawabkan data itu kepada kita semua," ucap mahasiswa.