Riza mengemukakan, ini adalah tantangan bagi resimen mahasiswa untuk peduli dan memberi perhatian dalam menyiapkan kader terbaik untuk menjadi pemimpin di berbagai bidang, baik di tingkat kota, kabupaten, provinsi, hingga nasional.
Kedua, tutur Dan Konas Menwa Indonesia, yang menjadi masalah masyarakat saat ini adalah perkara keteladanan. Masyarakat sulit mencari sauri tauladan, sehingga partisipasi pembangunan menjadi lemah.
Untuk membangun keteladanan tersebut harus dimaknai dengan falsafah silih asih, silih asah, dan silih asuh, kearifan orang Sunda yang merupakan sebuah penjajakan satu kesatuan sikap yang jika dimaknai bisa tumbuh dan berkembang menjadi masyarakat kuat dan sejahtera.
"Silih asah artinya saling memintarkan, saling asih artinya saling menyayangi, silih asuh artinya saling memelihara. Hal ini adalah budaya yang menghidupkan untuk mewujudkan tatanan masyarakat dengan pribadi luhur," ujar Riza Patria.
Masalah ketiga, kata Riza, adalah etika dan moral. Resimen mahasiswa yang digembleng dalam keprajuritan harus memiliki semangat idealisme, kebangsaan, mengutamakan kepentingan nasional dibandingkan golongan, dan memaknai sifat diri dengan kejujuran.