Cuaca Ekstrem Picu Gelombang Tinggi, Ribuan Nelayan Ujunggenteng Sukabumi Takut Melaut

Dharmawan Hadi
Ribuan perahu nelayan ditambatkan di tepi Pantai Ujunggenteng karena takut melaut akibat gelombatng tinggi. (Foto: DHARMAWAN HADI)

Selain gelombang tinggi, tutur Asep, ancaman angin kencang juga mengganggu aktivitas para nelayan di perairan Ujunggenteng. Kondisi cuaca buruk itu, membuat para nelayan memilih tidak berani melaut dan tetap berada di darat. 

Asep JK menuturkan, berdasarkan data yang tercatat di Rukun Nelayan Ujunggenteng, jumlah total perahu nelayan di pantai Ujunggenteng saat ini, terdapat 1.700 perahu dari berbagai jenis.

Dari 1.700 perahu itu, tutur Asep JK, mayoritas atau paling banyak berukuran kecil. Sementara, untuk kapal atau perahu yang besarnya hanya ada 23 unit. Nah, untuk cuaca ekstrim saat ini, ada sekitar 80 persen perahu di Ujunggenteng tidak melaut. 

"Sementara, sisanya 20 persen lagi sedang berada di tengah laut. Tapi, itu pun sekarang mereka sudah sebagian pada pulang atau bersandar ke tepi pantai," tutur Asep JK.

Dia bersama para nelayan lainnya yang beroperasi di wilayah perairan Ujunggenteng, berharap kepada pemerintah daerah Kabupaten Sukabumi dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dapat memberikan imbauan kepada para nelayan soal prediksi cuaca ekstrem.

"Iya, jadi nelayan itu kan kalau ada imbauan jadi gak usah melaut. Belum lagi, mereka atau para nelayan ini juga tidak semuanya mempunyai android dan mengerti hal itu. Iya, kebanyakan para nelayan disini tidak mengetahui. Makanya, saya berharap kepada pemerintah dan BMKG dapat terus secara intens memeberikan informasi kepada para nelayan di sini soal imbaun prediksi cuaca, khususnya berkenaan dengan kondisi pasang gelombang di perairan Ujunggenteng," ucap dia.

Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Hari Ini M 3,5 Guncang Sukabumi, Getaran Dirasakan hingga Cidolo

57 tahun lalu

Bentrokan Usai Nobar Laga Persib Vs Persija di Sukabumi, 3 Orang Terluka

57 tahun lalu

Perahu Nelayan Ditabrak Kapal Kargo di Perairan Kalianda Lampung Selatan, 1 Nelayan Hilang

57 tahun lalu

Tebing 15 Meter Longsor Timbun Tol Bocimi, Arus Kendaraan ke Jakarta Ditutup

57 tahun lalu

Ribuan Nelayan Pati Demo di Kantor Bupati, Protes Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal