Cirebon, Titik Awal Penyebaran Islam di Jawa Barat

Kurnia Illahi
Keraton Kasepuhan Cirebon. (Foto: Kurnia Illahi/iNews.id).
Keraton Kasepuhan Cirebon. (Foto: Kurnia Illahi/iNews.id).

Pangeran Walangsungsang, yang kemudian diberi nama Somadullah oleh Syekh Nur Jati, memulai pembukaan hutan di Lemahwungkuk, yang sekarang dikenal sebagai Dukuh Tegal Alang-Alang atau Desa Caruban. 

Desa ini berkembang menjadi pusat perdagangan, pertanian dan perikanan yang ramai, dihuni oleh berbagai suku bangsa.

Pangeran Walangsungsang menggantikan Danusela sebagai Kuwu Carbon kedua dengan gelar Pangeran Cakrabuana pada 1447 Masehi. Atas bimbingan Syekh Nur Jati, dia dan Nyai Lara Santang menunaikan ibadah haji ke Makkah, menandai komitmen mereka terhadap Islam.

Kabupaten Cirebon terus memainkan peran penting dalam sejarah Jawa Barat, tidak hanya sebagai pusat perdagangan dan pertanian tetapi juga sebagai saksi bisu penyebaran Islam di wilayah tersebut.

Pangeran Walangsungsang, yang dikenal dengan gelar Haji Abdullah Iman dan adiknya Nyai Lara Santang atau Hajah Sarifah Mudaim, menorehkan jejak penting dalam pembentukan identitas Cirebon sebagai negara merdeka.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Berenang di Sungai Cisanggarrung Cirebon, 2 Pelajar SMP Tenggelam Belum Ditemukan

57 tahun lalu

Pelabuhan Kejawanan Cirebon Dampak Solar Langka, Ratusan Kapal Menumpuk

57 tahun lalu

Diterjang Angin Kencang, Pohon Besar Tumbang Timpa Truk di Pantura Cirebon

57 tahun lalu

Puluhan Pemudik Nyasar di Pantura Cirebon, Terbawa Iring-iringan Wisata Warga Lokal

57 tahun lalu

Puncak Arus Balik Lebaran, Kendaraan Padat Merayap di Simpang Empat Palimanan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal