Masyarakat, ujar Dwihadi Isnalini, harus peka dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan ketika merasakan gejala demam menggigil, suara serak, tenggorokan terasa sakit, dan kesulitan bernapas.
Muncul benjolan akibat infeksi kelenjar getah bening di leher, tenggorokan dan amandel tertutup oleh membran atau selaput berwarna abu-abu.
"Jadi ketika ada warga khususnya anak-anak mengalami gejala ada demam tinggi, sakit menelan, segera periksakan ke Puskesmas jangan ditunda-tunda," ujar dia.
Dwihadi Isnalini menuturkan, wabah difteri bisa menular cepat melalui droplets, sekresi, atau kontak langsung dengan penderita. Bakteri tersebut penyebarannya cukup cepat sehingga harus langsung dicegah.
Namun ketika sudah terjangkit, wabah ini tetap bisa disembuhkan dengan penanganan yang tepat. Saat disinggung apakah sudah ada kasus yang muncul, dia menyebutkan tahun ini belum menemukan adanya warga Kota Cimahi yang terpapar difteri.
Sementara tahun lalu ada satu kasus yang terkena namun sudah sembuh. "Kami akan tetap melakukan antisipasi dan meminta para orang tua untuk melengkapi anaknya dengan imunisasi dan bawa ke Posyandu," tutur Dwihadi Isnalini.