"Sudah sebulan lebih kekeringan jadi warga memanfaatkan air sumur yang ada di tepi sawah ini, karena sumur yang lain sudah kering. Tapi kalau kemarau berkelanjutan kami berharap pemerintah untuk memasok air bersih karena di sumur ini tidak mungkin akan cukup untuk dipakai oleh warga di satu Desa ini,” kata Rohayati, Rabu (23/8/2023).
Sementara itu, pemerintahan desa, PDAM Tirta Galuh, BPBD dan PMI Kabupaten Ciamis, mendustribusikan sebanyak 10.000 liter air dalam dua hari terakhir. Pendistribusian air bersih ini diberikan secara gratis kepada warga di tengah krisis air guna mencukupi kebutuhan setiap harinya.
Camat Cihaurbeuti, Elan Suherlan mengatakan, sedikitnya ada 90 KK atau sekitar 360 jiwa di Desa Cijulang mengalami kekeringan langsung. Selain berencana menyediakan air baku dengan melakukan pengeboran sumur dalam, pendistribusian air bersih kepada warga yang terdampak ini, diharapkan akan memenuhi kebutuhan hidup warga dalam keperluan sehari-hari.
"Alhamdulillah setelah melihat ke titik lokasi rencana ada lahan milik warga yang akan diwakafkan untuk membuat penyediaan air baku. Karena menurut kaca mata teknis yang cocok ini dengan melakukan pengeboran sumur dalam,” ujar Erlan.
Dari 90 KK yang terdampak kekeringan ini, membutuhkan debit air sebanyak 1 liter per detik.
Sementara itu, kemarau panjang yang terjadi juga menyebabkan 80 hektare areal lahan persawahan di Desa Cijulang terdampak kekeringan, sehingga lahan menjadi tidak produktif.