Dia bersama lima orang anggota keluarganya langsung keluar saat itu sebab ketinggian air yang merendam rumahnya saat itu mencapai sekitar 1 meter lebih. Sinta pun tak sempat membereskan barang-barang karena panik melihat air deras masuk ke rumahnya.
"Gak sempet beresin perabotan soalnya air kenceng pas masuk, pada keluar semua. Pas udah airnya tenang baru berani masuk ke dalam ternyata ada sepinggang orang dewasa," ujar dia.
Yulianti Sulistiani (29), korban banjir lainnya mengatakan ekitar pukul 17.30 WIB, dia melihat air mulai naik di depan rumahnya yang berada di dekat masjid. Kemudian Yulianti dan suaminya mencoba untuk membereskan barang-barang agak tidak terendam banjir.
"Pas lagi beres-beres air langsung masuk ke rumah, ada sekitar 1 meter. Jadinya kasur, perabotan kerendam semua," ujar dia.
Menurutnya, banjir yang berendam kali ini paling parah dalam beberapa tahun terakhir. Warga berharap pemerintah segera mencarikan solusi karena bukan tak mungkin banjir akan melanda lagi karena saat ini mulai memasuki musim penghujan.
"Setau saya terakhir banjir mirip kaya gini itu tahun 2017 kalau gak salah. Nah sekarang ini ada lagi yang lebih parah. Di deket masjid itu sampai 3 meter karena kondisinya lebih rendah dari rumah saya," ucapnya.