Cerita Petugas PUPR Tasikmalaya Tangani Korban Lakalantas, Enggan Evakuasi Balita

Ravie Wardani
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (foto: istimewa)

"Arogannya minta ampun, pernah juga ada kecelakaan moge di depan saya, saya nggak nolong," katanya.

Saeful juga mengaku jika dirinya enggan menolong korban lakalantas yang berusia balita. Bukan tanpa alasan, pria asal Desa Cibahayu itu merasa tak tega ketika melihat korban balita.

"Kalau (menolong korban) balita itu di memori kita ingatnya bukan waktu yang sebentar," katanya.

Jika boleh memilih, Saeful sendiri mengaku lebih baik mengevakuasi korban lakalantas dengan kondisi hancur ketimbang balita.

"Kita ngebayangin kalau dia itu anak kita. Saya nggak pernah berani saya kabur lah," ujar Saeful.

Saeful sendiri mengaku sudah menjalankan tugas kemanusiaan tersebut sejak delapan tahun terakhir. Baginya, mengevakuasi jenazah tak wajar akibat kecelakaan di Jalur Lingkar Gentong sudah menjadi rutinitas sehari-hari.

"Kalau rasa takut itu kan manusiawi kan meskipun kita udah terbiasa nolongin sampai yang hancur juga tetap aja," ucapnya.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kecelakaan di Tasikmalaya, Pemudik Tergelincir gegara Lindas Tumpahan Solar

57 tahun lalu

Tiba di Tegal, Jenazah Korban Ke-18 Kecelakaan Bus ALS di Sumsel Disambut Isak Tangis

57 tahun lalu

Jenazah Mia Citra Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Dimakamkan di Ngawi

57 tahun lalu

Bupati Karawang Beri Santunan Rp50 Juta untuk Korban Tewas Kecelakaan di Majalengka

57 tahun lalu

Heroik! Tim SAR Gelantungan di Helikopter Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal