Cerita Osid Rosid, Merantau dari Ciamis hingga Sukses jadi Pengusaha Tahu di Jakarta

Kastolani Marzuki
Osid Rosyid pengusaha tahu asal Ciamis sukses membangun bisnis di Cipayung, Jakarta Timur. (Foto: iNews.id/Kastolani)

Sejak pindah ke Cipayung, produksi tahu Osid semakin berkembang hingga bisa memproduksi 3,5 kuintal kedelai per hari. Osid pun mempekerjakan enam karyawan termasuk kedua anaknya. 

Tahu produksi Osid disuplai ke beberapa pelanggan tetapnya dan terkadang menjual sendiri ke Pasar Anyar Bahari. 

Melihat usaha tahunya semakin berkembang, Osid pun mulai memberanikan diri untuk mengajukan kredit kembali ke BRI. Kali ini, nilai pinjamannya semakin besar hingga Rp280 juta.

“Sekarang alhamdulillah dipercaya sampai Rp280 juta oleh BRI. Masih tetap lewat Simpedes. Awalnya memang hanya Rp4 juta terus Rp7 juta dan Rp17 juta,” ungkap Osid.

Nyaris Kolaps Terdampak Covid-19

Pandemi Covid-19 yang melanda hampir seluruh dunia tak terkecuali Indonesia pada awal 2020 lalu memukul semua sektor usaha. Termasuk para perajin tahu. 

Sebab saat itu, aktivitas masyarakat dibatasi hingga penjualan sepi dan merosot drastis. Mengatasi kondisi itu, Osid terpaksa memangka produksi tahu dan mengurangi jumlah karyawan.

“Turun drastis pas jamannya Covid-19. Produksinya berkurang sampai 50 persen,” kata Osid.

Di balik kesusahan yang dialaminya, ada angin segar yang diterima Osid. Sebab, BRI memberikan restrukturisasi kredit. 

Setelah selamat dari badai Covid-19, Osid mencoba kembali bangkit dengan menggenjot produksi tahunya. Namun, kondisinya sudah berbeda karena banyak yang ikut memproduksi tahu.

“Waktu konsumennya masih banyak bisa produksi 3,5 kuintal (kedelai). Sekarang, turun hanya 2,5 kuintal kedelai,” ungkap Osid.

Meski demikian, Osid bersyukur bisnis tahunya masih bertahan dan banyak disukai pelanggan. 

Osid mengaku kini sudah menghasilkan omzet hingga Rp180 juta per bulan dari produksi tahu. Angka itu belum dipotong pengeluaran per hari seperti untuk membeli kedelai, biaya produksi, setoran di pasar, hingga membayar 6 pekerjanya.

Osid Rosid mengecek produksi tahu di Cipayung, Jakarta Timur. (Foto: iNews.id)

Osid kini memercayakan usaha tahu ke anak keduanya, Nani yang sehari-hari aktif menjalankan usaha tahu tersebut. 

Osid mengaku saat ini fokus membuka usaha baru di Ciamis yakni budi daya ikan gurame dan ikan mas. 

“Sekarang yang pegang anak. Saya balik lagi ke kampung. Saya lagi merintis tambak ikan gurame,” tutur Osid.

Anak kedua Osid, Nani menuturkan, ayahnya merupakan sosok pekerja keras dan ulet. “Bapak itu orangnya ulet nggak mau menyerah,” ucapnya.

Nani mengaku kini dipercaya untuk mengelola bisnis tahu. Dia pun mencoba terus mengembangkan bisnis tahu yang telah dirintis ayahnya.

“Terpenting jaga kualitas dan tetap layani pelanggan dengan baik. Sebab, sekarang banyak persaingan,” ucapnya.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

QRIS BRI Mudahkan Transaksi Pembayaran di Kedai Es Nusantara Kelapa

57 tahun lalu

Klaster Budi Daya Ikan Air Tawar di Cinagara Sukses Hidupkan Perekonomian Warga

57 tahun lalu

Cerita Sukses Bakso Malang Cak Sudar dari Berjualan Keliling hingga Naik Kelas Bersama BRI

57 tahun lalu

Usaha Bangkrut hingga Gagal Tagih Utang, Pengusaha Tahu di Denpasar Curi Motor

57 tahun lalu

Kunjungi Rumah Kebangsaan Cipayung Plus, Ganjar: Kritik Keras ke Pemerintah Kami Persilakan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal