Budayawan Sumedang, Raden Moch Achmad Wiriaatmadja mengatakan, kekejaman Daendels dalam pembangunan Jalan Raya Pos terhadap terhadap rakyat Sumedang, membangkitkan amarah Bupati Sumedang Pangeran Kusumadinata IX yang memerintah sejak 1791 hingga 1828.
"Aksi heroik Pangeran Kornel ini dapat diartikan sebuah perlawanan simbolik masyarakat Sumedang terhadap perlakuan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels yang sangat tidak manusiawi," kata Raden Moch Achmad Wiriaatmadja dikutip dari artikel yang dimuat di dbmtr.jabarprov.go.id.
Selain memprotes secara simbolik, ujar Raden Moch Achmad Wiriaatmadja, Pangeran Kornel atau Pangeran Kusumaatmadja IX juga menantang Gubernur Daendels bertarung satu lawan satu. Pangeran Kornel berkata, dirinya selaku Adipati Sumedang lebih baik berjuang daripada harus mengorbankan seluruh rakyat Sumedang.
"Daendels terpaksa mengubah siasat. Di hadapan Pangeran Kornel, Daendels mengambil alih pekerjaan pembuatan jalan Cadas Pangeran oleh tentara Zeni Belanda. Sedangkan rakyat Sumedang untuk tenaga kerja cadangan," ujarnya.
Namun, janji Daendels hanya tipu muslihat. Beberapa hari kemudian, Daendels membawa ribuan pasukan Belanda untuk menumpas perlawanan Pangeran Kornel dan rakyat Sumedang.