Cerita Dramatis Sekeluarga di Cijedil Cianjur Bertahan Hidup usai Terkubur 2 Jam

Antara
Kakak ipar korban Nur Wanta saat menyampaikan keterangan kepada wartawan di Cugenang, Cianjur. (Foto: Antara)

Langkah kaki keempat korban mengarah menuju ruang jamban milik tetangganya yang berjarak kurang dari tiga meter dari tempat tinggal. Ruangan berukuran sekitar 1 x 1 meter itu pun cukup untuk menampung keempat korban, meski tubuh mereka saling berimpitan.

Tak lama berselang, atap ruang jamban setinggi 3 meter pun ambruk diterjang tanah longsor yang datang dari dataran yang lebih tinggi, menindih tubuh keempat korban. Mereka pun terkubur hidup-hidup.

Dalam suasana mencekam itu, jeritan tangis sang anak, teriakan minta tolong dari suami yang diiringi sayup doa dari ibu mertua, membuat Syifa yakin jika mereka masih dalam keadaan hidup.

Beruntung, impitan puing bangunan dan material kayu penyangga atap yang roboh membuka celah-celah kecil yang memberi ruang oksigen masuk ke dalam ruangan sempit yang sesak ditimbun tanah berlumpur.

Di tengah keterbatasan ruang gerak, Ramdhan berteriak meminta pertolongan. Suaranya terdengar hingga permukaan tanah dari rongga kecil ruang jamban.

Editor : Asep Supiandi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

9 Korban Gempa Cianjur Belum Ditemukan, Tim SAR Kembali Sisir 3 Titik Lokasi

57 tahun lalu

Detik-Detik Korban Gempa Pacitan Meninggal usai Terjatuh saat Menyelamatkan Diri

57 tahun lalu

Satgas Damai Cartenz Evakuasi 4 Korban Selamat dari Aksi Brutal KKB di Yahukimo

57 tahun lalu

Kesaksian Korban Selamat Kecelakaan Bus ALS di Padang Panjang, Penumpang Teriak Takbir

57 tahun lalu

Peduli Korban Gempa Taput, Anggota DPRD dari Partai Perindo Erwin Simamora Kawal Bantuan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal