Cegah Penyebaran Difteri, Ketua PKK Jabar Minta Masyarakat Diimunisasi

Yogi Pasha
Ketua Tim Penggerak PKK Jabar Netty Heryawan. (Foto: iNews.id/Yogi Pasha)

BANDUNG, iNews.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Nila F Moeloek menetapkan  status Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri di 20 provinsi. Salah satunya Jawa Barat (Jabar) yang mempunyai 123 kasus dan 13 orang di antaranya meninggal dunia.

Ketua Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jabar, Netty Heryawan menyebutkan, data dari Dinkes Jabar menunjukkan sepertiga dari penderita difteri tidak diimunisasi. Padahal upaya yang dianggap efektif untuk mencegah difteri dengan pemberian imunisasi.

“Tentu ini menjadi PR dan tantangan kita untuk terus bekerja
di masyarakat, khususnya mengedukasi keluarga sehingga masyarakat ataupun balita bisa tercegah dengan mengikuti program lima imunisasi dasar lengkap. Salah satunya imunisasi DPT,” ujarnya, Jumat (8/12/2017).

Dia berharap Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar bisa bekerja cepat dengan rumah sakit sehingga kasus difteri dapat ditangani dengan baik. “Kesehatan masyarakat merupakan tanggung jawab pemerintah, baik pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten/kota. Makanya pemerintah harus bisa menyelenggarakan layanan prima untuk masyarakat,” katanya.

Netty menyarankan, di era kecepatan teknologi seperti hari ini, harus melakukan kerja-kerja kreatif dan responsif melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan tokoh agama. Dengan begitu, pemerintah untuk membangun kepercayaan di tengah masyarakat mengenai pentingnya imunisasi. “Ketika bicara tentang imunisasi, ternyata masih ada diskusi-diskusi di tengah masyarakat tentang status halal pada bahan imunisasi,” ucap Netty.

Diketahui, wabah difteri banyak ditemui di negara-negara berkembang yang angka vaksinasinya masih rendah. Penyakit ini bersumber dari bakteri bernama corynebacterium diphtheriae termasuk dalam penyakit menular. Penyebarannya melalui penghirup cairan dari mulut atau hidung orang yang terinfeksi, dari jari-jari atau handuk yang terkontaminasi, dan dari susu yang terkontaminasi penderita.

Penderita yang mengalami difteri biasanya menunjukkan beberapa gejala, di antaranya gejala ringan seperti flu pada umumnya. Namun, difteri juga memiliki gejala yang khas seperti lapisan tebal abu-abu di bagian tenggorokan dan tonsil, demam, menggigil, pembesaran kelenjar di leher, suara yang keras seperti menggonggong. Selain itu, penderita mengalami radang tenggorokan, kulit membiru, mengeluarkan air liur terus-menerus, dan rasa tidak nyaman pada tubuh.

Editor : Muhammad Saiful Hadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Cimahi Waspada Difteri Imbas Mobilitas Warga Luar Daerah Terutama dari Garut

57 tahun lalu

3 Anak asal Pangatikan Idap Difteri Dilarikan ke RSUD Garut, Begini Kondisinya saat Ini

57 tahun lalu

Ada 2 Kasus Positif, Warga Gorontalo Diminta Waspadai Penyakit Difteri

57 tahun lalu

Terinfeksi Difteri, Balita di Temanggung Meninggal

57 tahun lalu

Pasien Difteri di Samarinda Bertambah Jadi 18 Orang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal