Di Provinsi Banten, terdapat 300 relawan yang menanam 14.500 bibit pohon. Di Jawa Barat, jumlah relawan mencapai 780 orang ditambah 150 personel TNI-Polri. Sementara di Jawa Tengah terdapat 750 relawan serta 150 personel TNI-Polri, dan Jawa Timur diikuti 700 relawan serta 150 personel TNI-Polri.
Menurut BNPB, keberhasilan penanaman harus diikuti dengan perawatan berkala.
“Selesainya kegiatan penanaman hari ini tentu saja akan membawa kita pada tanggung jawab yang lebih besar, disiplin dan kontinuitas dalam pemeliharaan pohon-pohon yang sudah kita tanam,” kata Suharyanto.
Dia menekankan tantangan terbesar adalah menjaga bibit tetap tumbuh dan berkembang. BNPB menggunakan komposisi vegetasi yang memiliki nilai ekologis dan ekonomis.
Sebanyak 26% merupakan pohon buah, 46% mangrove, dan sisanya pohon keras. Kombinasi ini dipilih agar pemulihan DAS kritis memberi dampak jangka panjang.
Program penanaman 216.070 batang pohon oleh BNPB juga menjadi momen edukasi publik. Aksi itu merupakan bagian dari sosialisasi Dana Bersama Penanggulangan Bencana atau Pooling Fund Bencana (PFB). Dana tersebut menjadi inovasi pembiayaan penanganan bencana di Indonesia.
“Ingat, ‘satu pohon mungkin tidak bisa mengubah dunia. Tapi dunia berubah saat satu pohon ditanam oleh jutaan tangan yang peduli,’ katanya.
BNPB menargetkan DAS kritis di Pulau Jawa dapat pulih secara bertahap. Penanaman ini dilakukan di titik-titik yang rawan banjir, abrasi, dan longsor. Prioritasnya ialah menumbuhkan kembali vegetasi yang menguatkan tanah dan menahan aliran air permukaan.