Mengutip laman resmi Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, pada 2024 lebih dari 720.000 orang meninggal karena bunuh diri setiap tahunnya. WHO mengkategorikan isu bunuh diri sebagai masalah kesehatan prioritas di dunia.
Bahkan bunuh diri menjadi penyebab kematian ketiga terbesar pada kelompok usia 15-29 tahun. Alasan bunuh diri bermacam-macam, dipengaruhi faktor sosial, budaya, biologis, psikologis dan lingkungan yang ada sepanjang perjalanan hidup.
Bunuh diri sangat mungkin dicegah dengan dukungan dari orang-orang sekitar. Melalui sikap dan perhatian terhadap isu ini, seseorang bisa berpeluang menyelamatkan mereka yang hampir putus asa dan hendak bunuh diri.
Dikutip dari laman Dinas Kesehatan Yogyakarta, untuk mencegah bunuh diri ada baiknya memperhatikan sejumlah gejala dini, seperti: kesedihan, kecemasan, perubahan suasana perasaan, keresahan (kebingungan), cepat marah, penurunan minat terhadap aktivitas sehari-hari seperti kebersihan, penampilan, makan, sulit tidur, sulit untuk mengambil keputusan, perilaku menyakiti diri sendiri seperti tidak mau makan, melukai diri dan mengisolasi diri.
Ketika orang yang Anda kenal menunjukkan tanda-tanda ingin mengakhiri hidup, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan. Berikut adalah langkah-langkahnya: