“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan atas kasus kecelakaan tersebut, sejumlah saksi sudah dimintai keterangan terkait kronologis kejadian,” ujarnya.
Hingga saat ini bangkai bus masih berada di dalam jurang dan belum dievakuasi karena medan yang berat dan tersangkut di jurang dengan kedalaman sekitar 100 meter.
Sebelumnya, bus dinas Lemhanas yang membawa rombongan guru SD dari Jakarta menuju Geopark Ciletuh Palabuhanratu terjun ke jurang di Jalan Raya Cisarakan pada Jumat (7/9/2018). Akibat kecelakaan itu belasan penumpang luka-luka dan satu di antaranya meninggal dunia.