Namun, akibat gempa berkekuatan 6,8 skala Richter tersebut, para pengunjung beserta rombongan Bupati Sukabumi terpaksa menginap di luar hotel karena bangunan hotel mengalami retakan signifikan.
"Sebagian besar penghuni hotel yang sama terpaksa tidur di luar hotel karena bangunan hotel mengalami banyak retakan," ujar Bima.
Bima meminta seluruh masyarakat kabupaten Sukabumi mendoakan Marwan Hamami agar bisa kembali dengan selamat.
"Saya mohon do'anya agar semua baik baik saja, dan tidak ada gempa susulan besar sehingga semua bisa pulang ke tanah air dengan selamat," tutur dia.
Diketahui, gempa bumi dahsyat bemagnitudo 6,8 mengguncang Maroko pada Jumat (8/9/2023) pukul 23.00 waktu setempat. Sejauh ini tercatat 632 orang tewas dan 329 lainnya luka. Angka tersebut naik drastis dibandingkan laporan sebelumnya, yakni 296 orang tewas dan 153 lainnya luka.
Kementerian Dalam Negeri Maroko sebelumnya menyatakan, korban masih mungkin bertambah karena belum semua lokasi melaporkan kondisi daerah masing-masing. Selain itu proses pencarian dan penyelamatan masih berlangsung.
Gempa juga menghancurkan banyak bangunan dan infrastruktur di beberapa provinsi terdampak. Disebutkan dampak gempa dirasakan di Provinsi Al Haouz, Ouarzazate, Marrakesh, Azilal, Chichaoua, dan Taroudant.