Baginda Angling Dharma atau Sultan Iskandar Jamaludin Dirdaus sampai saat ini belum juga bisa ditemui oleh wartawan. Bagi para kerabat Kerajaan Angling Dharma, jika ada yang hendak menemuinya harus sesuai syariat dan kehendak Baginda. Jika tidak, Baginda tidak akan berkenan menemui tamunya tersebut.
Diberitakan sebelumnya, kemunculan Kerajaan Angling Dharma di Kabupaten Pandeglang, Banten membuat heboh masyarakat. Terkait kehebohan ini, sejarawan Banten Mufti Ali angkat bicara dan menyebutkan orang-orang yang mengklaim mendirikan Kerajaan Angling Dharma hanya mencari sensasi.
Mufti Ali mengatakan, berdasarkan hasil kajian dan penelitian para sejarawan, di Banten tidak ada bukti terkait kerajaan tersebut. Yang ada Kerajaan Banten Girang pada abad ke-10 Masehi dan Kerajaan Salakanagara pada abad ke-3 sampai ke-5 Masehi.
"Pendiri Kerajaan Angling Dharma sedang mencari perhatian masyarakat atau sensasi belaka karena sampai saat ini tidak ada bukti dan tokoh yang menerangkan napak tilas kerajaan itu," kata Mufti Ali.
Karena itu, ujar Mufti Ali meminta masyarakat tidak tergiring oleh informasi-informasi yang sifatnya legenda atau mitos dan belum jelas kebenarannya.
"Selain itu tidak ada juga bukti yang menyatakan bahwa Raja Angling Dharma terhubung kepada silsilah Kesultanan Banten secara historis," ujar Mufti Ali.