“Peter berpegangan ke perahu sambil berteriak 'Dia mematahkan kakiku'. Mereka berkelahi selama sekitar 5 menit sampai saya mendengar suara robekan," tutur Paul.
Potongan jasad Peter ditemukan beberapa hari kemudian, hanya tersisa kepala dan tangan. Warga meminta bantuan pada 2005 untuk menangkap buaya. Otoritas satwa mengerahkan 50 petugas untuk membutu Osama.
Setelah ditangkap, Osama diserahkan kepada pemilik peternakan Uganda Crocs. Dia dimanfaatkan untuk pengembangbiakan buaya besar yang kulitnya digunakan untuk membuat pakaian dan tas.
Peternakan itu kini memiliki sekitar 5.000 ekor buaya besar dan juga berfungsi sebagai objek wisata.