"Sikap-sikap spontanitas itu menjadi dambaan publik. Publik itu tidak peduli siapa yang melaksanakan, yang penting dia bisa menikmati produk dan kinerja negara," tutur Kang Dedi.
Dedi menyadari selalu ada pro dan kontra di setiap perjalanan. "Kalau yang pro memberikan dukungan. Yang kontra, melakukan penentangan. Saya kan terbiasa dari dulu dengan yang kontra. Saya dari dulu membuka ruang bagi mereka yang memberikan kritik. Tetapi saya akan terus bekerja memberikan pelayanan sesuai kemampuan saya," ucapnya.
Menurut Kang Dedi apa yang dilakukannya dalam membersihkan lingkungan pasar adalah kegiatan spontanitas sebagai warga Purwakarta untuk membantu aparat dan pedagang.
Di daerah lain, penataan pasar kerap diwarnai dengan pengambilan barang dagangan oleh Satpol PP. Untuk menghindari hal itu, Kang Dedi hadir untuk mencari solusi agar pasar tertata bersih dan pedagang bisa tetap mengais rezeki.
"Nah saya yang biasa bersama masyarakat mencari solusi seperti meminta pedagang pindah ke dalam pasar dan selama penataan satu bulan pedagang tidak dagang dulu dan dikasih uang pengganti. Saya ini sebenarnya berdiri di dua sisi. Satu sisi saya mewakili masyarakat yang ingin lingkungan pasar tertib, saya juga mewakili pedagang yang tidak boleh dirugikan," ujar Kang Dedi.