“Jika Golkar ingin maju ke depan, Golkar harus memiliki sumber kader. Sebab itu, rekrutmen anak muda menjadi penting bagi kemajuan dan kejayaan partai di masa depan,” tutur dia.
Generasi milenial, kata Kang Ace, akan menentukan arah bangsa ke depan. Jika Partai Golkar tidak memperhatikan generasi milenial, mengakomodir harapan, dan aspirasi mereka, jangan harap Golkar menarik bagi pemilih masa depan.
“Untuk itulah saya sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kosgoro dan Hima Kosgoro 1957 yang telah mampu membangun kesadaran ini bagi generasi mendatang,” ucap Kang Ace.
Kang Ace mengingatkan para mahasiswa untuk tidak terjebak kepada hal-hal pragmatis dan instan. “Atmosfer anak muda saat ini masih harus terus didorong agar perdebatan dan diskursus mahasiswanya bisa lebih bermakna dan maju. Harus diakui, diskursus dan perdebatan intelektual para mahasiswa saat ini tidak sehebat waktu-waktu lalu. Seperti zaman Bung Karno, angkatan 1966, hingga angkatan 1990-an,” jelas Kang Ace.
Karena itu, Kang Ace mengajak mahasiswa memahami filsafat sosial, ideologi-ideologi besar dunia, memperkaya perdebatan dan diskursus seperti para mahasiswa terdahulu.
“Para mahasiswa dahulu meskipun dalam segala keterbatasan mampu melakukan perdebatan intelektual yang kuat. Hima Kosgoro harus mampu merevitalisasi semangat anak-anak muda terdahulu untuk bisa dilanjutkan oleh para mahasiswa saat ini,” ucap Kang Ace.
Bahkan kata Kang Ace sejarah Golkar sendiri tak bisa dipisahkan dari semangat anak-anak muda hebat saat itu. “Saya berharap Hima Kosgoro bisa menjadi pioner sehingga mampu merumuskan langkah yang tepat bagi masa depan bangsa dengan lebih lagi,” ujar dia.