"Ini (Gedung Merdeka) adalah gedung teristimewa di Kota Bandung. Di tempat ini semangat antikolonialisme kompak disuarakan pada tahun 1955. Kami tunggu gagasan dari AMPI karena sudah menggunakan tempat ini," ujarnya.
"Mudah-mudahan Munas IX AMPI berjalan lancar dan kepempinanan yang terpilih lima tahun ke depan jadi inspirasi buat seluruh pemuda Indonesia," kata Kang Emil.
Usai membuka munas, Kang Emil menjawab diplomatis saat ditanya mengenai doanya untuk kemenangan Partai Golkar dan Airlangga Hartarto sebagai presiden.
Menurut dia, hal itu merupakan bagian sopan santun dari tuan rumah. "Orang Jabar terkenal sopan santunya, someah hade ka semah. Tamunya ingin makan apa, kita sediakan, tamunya bercita-cita apa, kami doakan, itu saja," katanya.
Meski begitu, Kang Emil tak menampik jika Partai Golkar menjadi salah satu partai yang tengah dipertimbangkan sebagai tempat berlabuh sekaligus kendaraan politiknya.