Setiap kemenangan, ujar dia, selalu ditentukan oleh bagaimana kemampuan bisa beradaptasi dengan perubahan yang terjadi.
“Kalau ingin menang tentu kita harus terdepan melakukan transformasi, salah satu jalannya yakni melalui digitalisasi dan pemanfaatan media sosial,” ujar dia.
Kang Ace menuturkan, setiap fungsionaris tidak mungkin bisa menjangkau setiap rumah. Untuk itu, kader dituntut mampu membuat narasi positif dan diksi yang tepat di media sosial.
“Memiliki kemampuan menyampaikan diksi itu sangat penting dalam politik. Sebab tidak tepat dalam membuat diksi pada konteks tertentu terkadang bisa berakibat fatal dan merugikan,” tutur Kang Ace.
Karena itu, kata dia, fungsionaris harus cerdas dalam menggunakan media sosial sebagai alat perjuangan untuk pemenangan partai.