BRT Bandung Raya Ditargetkan Jadi Andalan Transportasi Publik, Headway Maksimal 7 Menit

Iqbal Dwi Purnama
Groundbreaking proyek Indonesia Mass Transit Project (MASTRAN) dan penandatanganan kerja sama penyediaan public service obligation (PSO) untuk layanan angkutan massal di kawasan Cekungan Bandung, Jawa Barat. (Foto: Dok. Kemenhub).

Pengembangan BRT menjadi bagian dari strategi pemerintah mengurai kemacetan di Bandung Raya. Berdasarkan kajian Kemenhub, kecepatan rata-rata kendaraan di kawasan tersebut hanya sekitar 18 kilometer per jam. Akibat kemacetan, pengguna jalan diperkirakan kehilangan waktu hingga 108 jam setiap tahun.

Selain mengurangi kepadatan lalu lintas, kehadiran BRT juga diproyeksikan meningkatkan efisiensi perjalanan masyarakat. Analisis Bank Dunia menunjukkan layanan ini berpotensi memangkas rata-rata waktu tempuh sebesar 11 persen, dari sekitar 45 menit menjadi 40 menit.

Bank Dunia juga memperkirakan BRT Cekungan Bandung akan melayani sekitar 99.000 penumpang setiap hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 21 persen diproyeksikan merupakan pengguna kendaraan pribadi yang beralih menggunakan transportasi umum.

Aan menegaskan, peningkatan jumlah pengguna angkutan umum menjadi salah satu kunci mengurangi kemacetan sekaligus menekan konsumsi bahan bakar dan emisi karbon di Bandung Raya.

"BRT harus menjadi pilihan yang lebih cepat, lebih pasti, dan lebih nyaman dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi. Dengan begitu, masyarakat akan terdorong untuk beralih ke angkutan umum," katanya.

Proyek BRT Cekungan Bandung merupakan bagian dari Mass Transit Project (MASTRAN) yang didanai melalui kolaborasi Pemerintah Indonesia, Bank Dunia, dan Agence Française de Développement (AFD). 

Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan selesai sesuai jadwal agar layanan BRT dapat segera beroperasi dan dimanfaatkan masyarakat di Bandung Raya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
3 tahun lalu

BRT Mulai Dibangun di Kota Bandung Tahun Depan, Ini 20 Rute yang Dilalui 

3 bulan lalu

Identitas 8 Korban Tewas Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar, 2 Kru dan 6 Penumpang

3 bulan lalu

Terungkap! Helikopter Jatuh di Sekadau Kalbar Sempat Kirim Sinyal Darurat

5 bulan lalu

Mudik Lebaran 2026, ASDP Bakauheni Siapkan 57 Kapal dan Terapkan Single Tarif

10 bulan lalu

Jalur KA Surabaya-Sidoarjo Akan Dibangun, Fase I Stasiun Gubeng hingga Sidoarjo

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal