"Saat ini kita manargetkan 200 desa tangguh bencana (destana) yang tersebar di 40 kecamatan dan 418 desa. Saat ini memang baru terbentuk 41 desatana, dan tahun depan ditargetkan rampung secara keseluruhan," katanya.
Dede mengimbau, masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan atau dataran tinggi untuk selalu siaga ekstra, apalagi jika sudah terjadi hujan dengan intensitas lama.
"Ini harus di deteksi sedini mungkin, sebagai upaya maksimal dan supaya terhindar dari korban jiwa," katanya.